Simak Sejarah dan Perkembangan Baja Di Indonesia

Baja merupakan salah satu jenis logam yang paling populer di dunia. Banyak orang yang menggunakan baja dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari sebagai bahan bangunan, konstruksi hingga bahan utama pembuatan jembatan.

Di Indonesia sendiri, perkembangan Material Bangunan Murah ini sudah ada sejak lama, bahkan sama seperti negara lainnya, Indonesia termasuk negara yang instens menggunakan baja sebagai bahan utama dalam membangun berbagai infrastrukstur di daerah-daerah.

Tetapi, Indonesia bukanlah negara penyumbang baja terbesar di dunia. Berbeda halnya dengan Jepang dan China, Indonesia lebih sering menggunakan baja import daripada baja lokal dan sangat jarang sekali mengekspor nya ke luar negeri.

Bagi Anda yang belum tahu, perkembangan penggunaan baja di Indonesia sudah ada sejak tahun 1960, diaman saat itu Presiden Soekarno mencanangkan proyek Besi Baja Trikora untuk meletakan dasar industri nasional yang tangguh.

Akan tetapi, lima tahun berselang tepatnya pada tanggal 1965, pembangunan sempat berhenti. Hal tersebut dikarenakan pada tahun tersebut pemberontakan PKI semakin meluas, dan pembangunan yang dicanangkan tersebut harus dihentikan sejenak.

perusahaanbajamalaysiamegasteel

Barulah sepuluh tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1971 berdiri PT Krakatau Steel (Persero). Dengan memanfaatkan kembali peralatan-peralatan yang tersisa dari proyek Besi Baja Trikora, pabrik kawat baja, pabrik baja tulangan dan pabrik baja profil, maka tahun 1977 Presiden Soeharto meresmikan mulai beroperasinya pabrik produsen baja terbesar di Indonesia itu.

Kemudian, pada tanggal 9 Oktober 1979, Presiden Soeharto meresmikan Pabrik Besi Spons model Hyl S.A moduk I dan II dengan kapasitas 1,5 juta per ton per tahun. Pabrik Billet Baja dengan kapsitas 500.000 ton per tahun, Pabrik Batang Kawat dengan kapasitas 220.000 ton per tahun, serta fasilitas infrastruktur berupa Pusat Pembangkit Listrik Tenaga Uap 400 MW, Pusat Penjernihan Air dengan kapasitas 2000 liter/detik.

Pabrik Slab Baja (EAF), Pabrik Baja Lembaran Panas dan Pabrik Besi Spons unit 2 PT. Krakatau Steel diresmikan beroperasi pada tanggal 24 Februari 1983 oleh Presiden Soeharto. Ditahun 1976, PT Ispat Indo berdiri di Sidoarjo Surabaya oleh seorang imigran dari India Laksmi Mittal dan istrinya.

Diatas tanah bekas persawahan seluas 16,5 hektar, Mittal mendirikan bangunan yang dijadikan pabrik bernama PT. Ispat Indo. Disinilah Mittal mulai menyingsingkan lengan sepenuhnya. Ia menanamkan modal US$ 15.000.000 (Rp. 135 Milliar) untuk mendirikan dan memulai mengoperasikannya.

baja1

Kapasitas produksi 60.000 ton per tahun terus meningkat menjadi 700.000 ton per tahun. Pabrik yang menitikberatkan industrinya di bidang wire itu memproduksi paku dan besi tulangan untuk konstruksi. Pendiri PT Ispat Indo, Laksmi Niwas Mittal, merupakan orang terkaya nomor 4 di dunia yang memiliki pabrik baja yang tersebar di penjuru dunia, holding baja miliknya bernama Archelor Mittal.

Konsumsi nasional baja Indonesia, 30 kg per kapita, masih jauh di bawah Malaysia yang pada tahun yang sama dengan berdirinya pabrik baja di Indonesia masih belum punya pabrik baja yaitu 500 kg per kapita.

Revitalisasi dan pembangunan pabrik baja dengan teknologi yang canggih dan kapasitas yang besar harus terus dilakukan guna mencukupi kebutuhan baja nasional sehingga serbuan baja-baja dari china bisa di minimalis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s